Kisah Gadis Mengharukan, Pakai Gaun Pernikahan di Pemakaman – Jessica Padgett asal Montgomery Indiana tak pernah berpikir bahwa hari bahagianya yaitu hari pernikahannya akan menjadi hari yang terhitung menyakitkan baginya. Ia tak pernah menyangka bahwa sang tunangan wajib pergi selama-lamanya sebelum akan hari pernikahan mereka.

Kisah Gadis Mengharukan, Pakai Gaun Pernikahan di Pemakaman

kisah-gadis-mengharukan-pakai-gaun-pernikahan-di-pemakaman

chungcu187tayson.net – Melansir dari laman news.com.au, tunangan Jessica yaitu Kendall James Murphy meninggal dunia pada November tahun selanjutnya sehabis mengalami kecelakaan mobil. Padahal, Jessica dan Kendall telah merencanakan pernikahan mereka akan digelar tahun ini tepatnya tanggal 7 Oktober 2018.

Dan tempo hari selagi hari pernikahan tersebut tiba, Jessica memastikan untuk pergi ke makam Kendall. Jessica singgah ke pemakaman sambil Mengenakan gaun pengantin terhitung ditemani seorang fotografer dan lebih dari satu kerabat terhitung sahabatnya.

Wanita cantik tersebut singgah ke pemakaman Mengenakan gaun pengantin untuk menandai bahwa hari itu harusnya ia melangsungkan pernikahan bersama Kendall. Ia menginginkan membuktikan pada semua orang bahwa ia mencintai Kendall bersama terlampau tulus. Bahkan, cinta itu tetap tersisa di hatinya sampai ajal menjemput Kendall.

Baca Juga : Sepupuku Selingkuhan Suamiku, Kisah Sedih Wanita Dikhianati Suami

Dalam foto-foto yang diunggah oleh fotografer Jessica yaitu Loving Life Photography di akun facebook, kisah Jessica sebabkan banyak orang terharu. Apalagi, tersedia lebih dari satu foto yang membuktikan bahwa Jessica terlihat begitu kehilangan pria yang dicintainya tersebut. Ada sebuah foto Jessica selagi ia tak kuasa menghindar tangisnya disaat ia mengenakan gaun pengantin tanpa calon suami yang begitu dicintainya.

Melalui unggahannya, pemilik akun Loving Life Photography menuliskan, “Dia berjalan bersama dunianya di pundak dan membuatnya tampak seperti sepasang sayap.”

Sejak foto-foto Jessica diunggah sejak 6 hari lalu, foto-fotonya telah dibagikan sampai 32,4 ribu kali dan mendapat like sampai 2,2 ribu like. Sungguh kisah yang mengharukan dan menyentuh hati. Tetap bersabar Jessica, percayalah semua akan indah pada waktunya.

Sepupuku Selingkuhan Suamiku, Kisah Sedih Wanita Dikhianati Suami – Wanita ini sharing kisah sedihnya diselingkuhi suami. Parahnya perselingkuhan tersebut ditunaikan sang suami bersama dengan sepupunya. Bagaimana ceritanya?

Sepupuku Selingkuhan Suamiku, Kisah Sedih Wanita Dikhianati Suami

sepupuku-selingkuhan-suamiku-kisah-sedih-wanita-dikhianati-suami

chungcu187tayson.net – Cinta demikianlah namanya sharing cerita pilu yang dialaminya saat pernikahannya memasuki usia dua tahun. Berikut kisah Cinta:

Panggil aku Cinta (nama samaran) umurku saat ini 27 tahun. Aku menikah tahun 2018 setelah pacaran selama enam tahun.

Semasa pacaran dulu suamiku emang lebih dari satu kali selingkuh. mgslotonline Tapi selalu aku maafin gara-gara aku terlampau mencintainya.

Setelah kami menikah, kami dikasih hadiah terindah dari Allah SWT yakni seorang putri cantik. Sekarang putri cantikku usianya sudah 19 bulan dan kembali aktif-aktifnya.

Selama ini rumah tanggaku baik-baik saja, aku menjadi cukup cukup bahagia. Tapi seketika saja kebahagiaanku dirampas oleh orang ketiga (lagi).

Iyaaa pas di dua tahun menjelang kembali tahun pernikahan kami, Allah membuktikan pengkhianatan suamiku tercinta melalui akun palsu Instagramnya. Dan, dia selingkuh lagi…!

Allah sebenarnya maha baik, Allah tunjukin seluruhnya tanpa aku ngerasa sangsi dulu. Satu persatu aku baca chat mereka sambil tangan ini bergetar dan air mata bercucuran. Bener-bener kaget bersama dengan kenyataan ini. Kenapa aku mesti ngerasain sakit lagi?

Ini pertama kalinya kami bertengkar hebat setelah dua tahun menikah. Singkat cerita suami minta maaf. Aku kasih dia peluang untuk beralih dan ngejauhin perempuan itu.

Pelan-pelan pertalian kami pun membaik. Tapi ternyata nggak bertahan lama.

Mereka ternyata berzina saat aku repot urus bayi

Ini pertama kalinya kami bertengkar hebat setelah dua tahun menikah. Singkat cerita suami minta maaf. Aku kasih dia peluang untuk beralih dan ngejauhin perempuan itu.

Pelan-pelan pertalian kami pun membaik. Tapi ternyata nggak bertahan lama.

10 hari setelah kejadian itu dia balik kembali berhubungan serupa perempuan itu. Tapi kali ini aku berpura-pura untuk tidak mengetahuinya supaya aku mampu ngebongkar seluruhnya dan ngumpulin bukti chat dia dan selingkuhannya

Selama dua minggu aku sukses ngebongkar semuanya. Rasa sakit yang aku rasain saat itu sudah ngga mampu kembali diungkapkan. Nggak henti-henti aku nangis dibuatnya. Nggak nyangka kalo ternyata suamiku selama ini selingkuh serupa sepupuku sendiri!

Sakit sesakit-sakitnya! Mereka berzina di belakangku, segampang itu mereka membodohiku. Pada awal mereka berkhianat aku kembali repot ngurus bayiku gara-gara aku yang habis lahiran. Sampai anakku sudah berumur 15 bulan baru ketahuan semuanya.

Cinta tulus ini dibalas bersama dengan pengkhianatan. Dan aku saat ini baru memahami ternyata “lebih bagus pilih orang yang mencintai kami daripada orang yang kami cintai”.

Terima kasih banyak membuat suamiku tercinta, sudah membuat luka sedalam ini. Dan terima kasih sudah memilihku untuk menjadi wanita yg selalu kau sakiti.

Cerita Sedih Ayah Penggemar Barang Rongsok – Pria itu selalu saja begitu, kerjaannya begadang hingga larut dan hanya memperbaiki barang rongsok yang bukan miliknya. Mendengar suaranya saja sudah bikin tidak tenang banyak orang, entah bagaimana, yang tahu suaranya lumayan nyaring di dengar berasal dari dalam rumah.

Cerita Sedih Ayah Penggemar Barang Rongsok

cerita-sedih-ayah-penggemar-barang-rongsok

chungcu187tayson.net – “pak sudah malam ini, cepatan masuk rumah, gak sedap sama tetangga.” kata ibuku.

Rumahku berada di tepi jalur gang tidak terlalu lebar. Dalam tempat tinggal kami, tidak tersedia area bikin menyimpan seluruh barang punya ayahku, chungcu187tayson.net/ tepatnya barang punya temannya.

Ibuku kerap marah kepada papa sebab perbuatannya yang kerap sekali tidak tidur. Tak jarang termasuk terhadap pagi hari terdengar celoteh yang kurang sedap untuk didengar anak-anaknya sepertiku.

Tapi apa boleh buat, begitulah tradisi ayahku.

Dia memperbaiki becak motor punya teman-temannya. Bukan hanya satu-dua, mgslotonline melainkan tersedia 3 hingga lima becak yang berserakan di depan tempat tinggal kami.

Dan kenapa saya bilang itu adalah barang rongsokan, sebab sebagian hari kembali pasti becak itu bakal datang kerumah kita memohon untuk diperbaiki. Aku tidak begitu tahu dan memperhatikannya, semata-mata tiap tiap hari saya memandang becak-becak itu, setidaknya saya tau mana yang sudah pernah datang dan mana yang belum.

Sering berasal dari becak yang diperbaiki ayahku adalah becak yang sama, dan itu-itu saja. Aku pun hafal, lebih-lebih siapa yang datang termasuk saya tau dia pemilik becak rongsok yang mana.

Kebiasaannya tidak baik yang kerap dikerjakan itu menyebabkan tubuhnya lemah. Dia kerap sekali sakit-sakitan. Batuknya yang tak henti dalam satu dua minggu, nafas yang sedikit ngos-ngosan, asma sih enggak, bisa saja saking kecapeannya.

Untuk menghidupi anaknya, ibuku membantu perekonomian keluarga bersama dengan jualan gorenang tiap tiap harinya. Ayahku sendiri hanya tukang becak motor dan petani kecil. Jadi setelah dia begadang atau hanya tidur dalam saat 1-2 jam, lalu dia pergi ke sawah dan mengurus ladangnya.Tapi jikalau tidak musim tanam atau panen, maka ayahku pergi ke pankalan becak untuk melacak pelanggan.

Sayangnya tak tersedia pelanggan yang berkenan menaiki becak motor punya ayahku. Memang saya akui dan termasuk ibu pun begitu, bahwa becak motor punya ayahku tak layak ditumpangi oleh orang. Mungkin tidak baik dan kerusakan sebab dibuat untuk mempunyai kelapa kering punya bosnya untuk diantarkan ke para pelanggan pemilik kelapa tersebut.

Iya, ayahku pengantar kelapa tua. Itu pun hanya terkecuali tiap tiap tersedia kelapa yang datang, biasa 3 hari sekali. Dari situlah ayahku terlalu mendapat upah untuk menghidupi keluarga.

Lantas bagaimana bersama dengan barang rongsok yang selalu dikerjakannya tiap tiap malam, yang ada masalah payah dia bela-bela tidak tidur hanya untuk memperbaiki barang-barang tersebut?

Kalau kalian tau, seluruh yang dia melaksanakan untuk becak motor rongsok itu “TIDAK di BAYAR“.

Ketika saya mendengar kabar selanjutnya berasal dari ibuku, saya termasuk turut jengkel, marah, kesal apa sajalah. Kenapa cobalah dia berkenan bela-belain memperbaiki becak rongsok punya temannya yang terhadap ujung-ujungnya tidak mendapat apa-apa?

Cerita Sedih Ayah Penggemar Barang Rongsok

Kenapa termasuk sih dia merelakan kesehatanya hanya untuk orang yang tidak memikirkannya. Pernah saya menjumpai dia terlalu sakit. Tubuhnya terlalu lemas, batuknya sudah gak karuan suara dan iramanya, menyakitkan dada orang tersebut. Dia hanya sanggup berbaring lemas untuk jangka saat sebagian hari.

Sejenak saya berfikir, mungki dia lebih baik diberi sakit berasal dari Sang Kuasa, bersama dengan begitu dia sanggup istirahat. Mungkin termasuk berasal dari sakit itu dia sadar, terkecuali yang dia lakukan itu tidak baik untuk kesehatannya. Toh termasuk apa yang ia lakukan tidak mendapat apa-apa.

Tapi pikiranku keliru besar, apa yang sudah berlangsung kepadanya tidak membuatnya beralih sama sekali. Saat dia sudah sedikit bugar, hanya sedikit saja, dia lakukan aktifitas itu kembali dan lagi.

Sampai kapan dia bakal lakukan hal itu? Aku kesal bersama dengan berbuatanya, saya bukan benci, hanya terkecuali memandang keliru seorang yang kusayang layaknya itu, sesudah itu saya perlu bagaimana? saya termasuk bingung, ibu saja tidak sanggup menasehatinya, apa kembali aku?

Di suatu pagi yang seisi tempat tinggal ribut oleh ocehan ayah-ibuku, saya mendengar ucapan mereka yang lantang bersama dengan suara saling meninggi,

“pak bagaimana nasib anak kita, terkecuali papa begini terus, penghasilan pas-pasan dan tidak cari kerja lain. Masih saja mengurus becak orang yang tidak mendapakan upah. Sedangkan anak kita sudah masuk kelas 3 SMA, habis ini perlu dana banyak untuk ujianya” kata ibuku berusa halus.

“Ya sudah lah, terkecuali sudah tidak sanggup membiayai sekolah, ya gak usah sekolah” katanya keras.

Raut muka ibuku menjadi mengkerut.

“Jangan begitulah pak, papa yang perlu sanggup cari kerja lain. Tinggalin itu becak-becak gak berguna. Paling termasuk di kasih 10 ribu, itu aja terkecuali tersedia yang ngasih.” kata ibuku sedikit meninggi.

“Lah berkenan kerja apa, reski sudah tersedia yang ngatur, iya itu dapatnya.”

“Tapi tidak begitu termasuk pak, papa menyiksa diri terkecuali setiapa malam begitu.”

“Udah lah udah, terkecuali berkenan sekolah suruh anakmu cari duit sendiri”

Mendengar kalimat itu hatiku segera sakit, sungguh terlalu menusuk, apa jadinya terkecuali saya tidak sekolah? Kata-kata itu terlontar berasal dari mulutnya. Jujur, saya sebenarnya tidak akrab bersama dengan ayahku. Ngobrol? itu tidak tersedia dalam kamus keluargaku, lebih tepatnya saya sama ayahku.

Ketemu di jalur saja kita tidak pernah saling sapa, perhatiannya kepadaku nyaris tidak pernah ada. Sekali doang saat ibu pergi kepasar dan saat saya sakit gigi, dia pernah bicara :

“Sakit gigi ta, di kasih pil sana membeli di toko sebelah”

Itu kalimat yang tak pernah terlupakan dalam hidupku. Perhatiannya bisa saja terlalu mahal untuk anak-anaknya. Aku tidak tau kenapa. Mungkin sepele, tetapi bikin saya itu miliki nilai sekali.

Sampai suatu hari, dia pergi ke ladang, dan saya sekolah.

Sore hari dia baru pulang, begitu termasuk denganku. Tapi saya lebih pernah satu jam berasal dari terhadap dia. Ayah-ibu datang jam lima sore. Memang terkecuali ibuku usai menjajakan gorengan, terkecuali badannya tetap sanggup bergerak, dia bakal turut ayahku ke ladang dan membantunya.

Sore itu tidak tersedia berita tidak baik sedikitpun. Ayahku termasuk sehat terhadap hari itu, begitu pula ibuku.

Pada malam harinya, saya yang pulang berasal dari tempat tinggal temanku yang agak larut, tepatnya jam 11 malam, saya mendapati ayahku sudah tidur. Tumben banget kataku.

Ayahku belum sholat isa’. Lalu berasal dari luar kamar saya dengar ibuku yang baru selesai berasal dari pekerjaannya, membangunkan papa agar dia lakukan kewajibannya.

Aku termasuk saat itu tetap bangun dan melihat tv, mencari-cari kantuk bersama dengan tiduran di kasur depan ruang keluarga.

Usai sholat, ayahku makan. Entah kenapa dia malah makan, membuka segera beranjak tidur untuk meneruskan istirahatnya. Setelah itu saya tidak tau kabarnya, saya sudah terlelap.

Sekitar jam satu malam, saya mulai tidak sedap bersama dengan tidurku. Aku setengah terbangun. Lalu saya mendengar ibuku memanggil-manggil ayahku dalam kamarnya.

Cukup lama saya mendengarnya, bisa saja lebih kurang 15 menitan. Dan saat itu termasuk ibuku menghampiriku lalu membangunkanku dan bilang :

“san.. Bapakmu gak ono ..” (ayahmu gak ada)

Aku yang sudah tahu sejak tadi segera bangun. Melihat raut muka ibuku yang kebingungan dan mengupayakan mencerna.

Aku segera berkunjung ke ayahku yang terbaring di kamar.

Sekilas, saya termasuk tidak tau perlu berbuat apa. Aku tidak pernah memandang kematian, saya takut. Melihat muka ayahku bersama dengan mata terbuka dan mulut menganga. Aku peganng kakinya, dingin, dingin sekali. Aku taruh tanganku di dadanya, coba merasakan denyutan jantungnya. Tapi tak tersedia detakan sedikitpun, ayahku sudah meninggal.

Dalam benakku, saya kebingungan, apa yang perlu saya lakukan, dia sudah tidak ada. Apa saya perlu senang? bisa saja bersama dengan begitu sudah tidak tersedia omelan kembali di pagi hari terkecuali dia tidak ada. Aku perlu bangga, bersama dengan begitu tidak tersedia kembali tetangga yang bakal terganngu di tiap tiap malam. Toh termasuk tersedia tidak terdapatnya dia, saya tak pernah bicara.

Tapi dia ayahku, ayahku satu-satunya.

Saat itu termasuk saya meneteskan air mata. Ibuku termasuk mulai menggeru-geru, kakak ipar perempuanku termasuk terbangun dan menangis bersama dengan sangatnya, saat tahu papa tidak ada.

Aku tidak memiliki hp, saya tidak sanggup menghubungi keluarga yang lain untuk memberitahukan perihal ini. Ada kakakku yang tinggal beda tempat tinggal di tengah desa, perlu saat untuk pergi kesana.

Aku pun pergi ke tempat tinggal kakak perempuanku, dan mengabarkan kematian ayahku. Lalu kakakku termasuk mengabarkan ke seluruh sodara yang tersedia di luar kota.

Beginikah rasanya kehilangan seorang ayah?

Sakit, tetapi dalam hidupnya termasuk tidak membuatku puas sama sekali. Rasa ini bercampur aduk.

Ibuku yang paling terpukul bersama dengan perihal ini. Sesosok ibu yang terlalu tangguh dan penyabar pun tak kuasa jikalau dihadapkan bersama dengan kematian.

3 hari 3 malam ibuku tetap saja menangis. Dia tetap tidak terima, tidak tersedia sakit apa-apa yang menjangkitnya. Pagi termasuk tetap bekerja di kebun, malam termasuk tetap makan. Secepat itukah kematian menghampiri?

Hari demi hari berlalu. Kami mengenang seluruh jasa yang pernah dikerjakan oleh ayakku pernah saat tetap hidup. Semua keluarga termasuk berkumpul di tempat tinggal ibu, berasal dari kakak yang pergi merantau ke Malaisya dan Surabaya.

Ibuku mencertikan seluruh dibalik apa yang ayahku lakukan, dia bicara :

“Ayahmu sungguh mulia, dia berkenan membenahi becak-becak yang rusak memiliki temannya itu bukan suatu hal yang percuma. Dia memiliki komitmen yang baik. Pernah bilang sebelum saat kematiannya, ibu tanya kenapa terus-terusan lakukan pekerjaan yang tidak di bayar itu. Dia bicara : ‘kalau becak-becak itu tidak segera diperbaiki, maka mereka tidak sanggup melacak uang. Sedangkan mereka perlu duit untuk makan. Dan mereka hanya bekerja sebagai tukang becak’”

Dari situ saya baru mengerti, sungguh tulus tingkah laku yang dia lakukan, Dia tau keluarga kita berasal dari kolongan yang tidak punya, tetapi dia memandang temannya lebih butuh agar berkenan mengorbakan dirinya sendiri untuk orang lain.

Dia termasuk tau terkecuali pemilik becak-becak itu tidak bakal sanggup membayar duit agar tidak diperbaiki di bengkel, berasal dari sana termasuk ayahku tak pernah menambahkan tarif bagi mereka.

Pernah sekali,-mungkin saking gak enaknya mereka yang terus-terusan datang dan tak pernah berikan upah, keliru satu berasal dari mereka menambahkan upah kepada ayahku sebesar 10 ribu perak.

Bayangin, sebandingkah 10 ribu bersama dengan kerja lembur begadang?

Aku kaget bercampur kagum, seluruh yang diceritakan ibuku itu nyata. Dibalik sosok diamnya, ternyata dia sebenarnya begitu baik. Kematiannya termasuk tidak dipersulit, dalam jasatnya termasuk terahir saya memandang tersedia keringat dingin yang membasahi wajahnya.

Aku dengar-dengar berasal dari pengajian bahwa keliru satu tanda-tanda kematian husnul khotimah adalah kematian yang tiba-tiba, keringat terlihat berasal dari tubuhnya, dan lain sebainya. Kuharap ayahku sanggup berasal dari keliru satunya.

Dari peziarah termasuk lumayan banyak, sampai-sampai temanku bertanya “apakah ayahmu seorang tokoh dia desa?” Tentu saya jawab tidak. Ayahku orang yang biasa saja. Tidak terkenal dan jarang dikenal oleh orang banyak.

Satu yang dibisikan ibu ketelingaku, sebuah keikhlasan menghasilkan buah yang tak pernah sanggup dirasakan oleh orang lain. Itulah ayahku.

ohh ayah, jikalau sedikit saja kita sanggup bicara, saya mendambakan sekali bertanya bagaimana kabarmu hari ini? Apa kau sehat-sehat saja? sudahkah kau makan pagi ini? Tapi saat kini sudah mengatasi kita.

ohh ayah, bisa saja jasamu tak bakal sanggup saya lupakan, saya hanya sanggup mengucapkan terimakasih sudah membesarkanku hingga layaknya ini, saya hanya sanggup berterimakasih. Sampai jumpa ayah. Doaku selalu menyertaimu. Aku bakal mengupayakan menjadi anak yang sholeh, saya bakal jaga ibu selalu..

Ingat Bayi yang Dulu Nangis Peluk Jenazah Ibunya? Kini Jadi Gadis Cantik Jelita – Pada Desember 2019, jagat sarana sosial dihebohkan bersama dengan viralnya video mengharukan yang perlihatkan seorang balita menangis tersedu-sedu di samping jenazah ibunya.

Ingat Bayi yang Dulu Nangis Peluk Jenazah Ibunya? Kini Jadi Gadis Cantik Jelita

ingat-bayi-yang-dulu-nangis-peluk-jenazah-ibunya-kini-jadi-gadis-cantik-jelita

chungcu187tayson.net – Dalam video yang beredar itu, balita bernama Aqillasesha Adreena Setiawan itu menangis histeris dan memanggil-manggil ibunya yang udah terbujur kaku. Dalam video itu, Aqilla yang belum memahami apa-apa itu seolah enggan ditinggal pergi senantiasa oleh sang ibu.

Kerabat yang melihat pun turut meneteskan air mata sembari mengelus kepala Aqilla judibolalive99 yang tak henti-hentinya menangis. Sembari menangis, tangan Aqilla terus memegangi muka jasad ibunda tercintanya, seolah memintanya untuk terhubung mata.

Kini, sehabis hampir satu th. berlalu balita itu tumbuh menjadi anak yang sehat dan cantik. Hal berikut diketahui dari unggahan sang bapak yang menceritakan mengenai kehidupannya bersama dengan Aqilla sehabis ditinggal sang istri untuk selama-lamanya.

Curhatan Sang Ayah

Unggahan akun @memoefriantto perlihatkan sebuah video curhatan bapak Aqilla sehabis ditinggal istrinya. Lewat akun Instagramnya, Insan Tonji, suami mendiang Taufani Sahara, membagikan perjuangannya bangkit sejak ditinggal sang istri.

Di waktu bisnis hijab anda ulang ramai ramainya, istriku pergi meninggalkan kami untuk selamanya. Sampai anakku juga yang waktu itu masih berusia 1 tahunan udah sanggup merasakan kehilangan sosok seorang ibu hingga nangis-nangis minta dipeluk,” tulisnya dalam video.

Sempat Merasa Putus Asa

Dalam curhatannya, Insan Tonji mengatakan bahwa kepergian istrinya sempat membuatnya putus asa untuk melanjutkan hidupnya.

Kepergian istriku mengakibatkan saya rapuh dan enggak sanggup mobilisasi bisnis kembali. Akhirnya saya berfikir saya harus kuat, saya harus tegar, saya harus buktikan ke almarhumah bahwa bisnis yang dari awal kami jalanain bersama dengan bakal menjadi besar. Alhamdulillah waktu ini mengolah sesa hijab udah jadi bangkit kembali,” ungkapnya.

Sang Anak Tumbuh Jadi Gadis Cantik Jelita

Dalam unggahan tersebut, Insan Tonji juga membagikan potret terakhir dari anaknya yang kini udah tumbuh menjadi putri yang cantik. Ia membagikan video waktu sang anak pergi berkunjung ke makam istrinya sambil memeluk nisan.

” Aku yakin dan yakin bahwa bersama dengan perihal peristiwa berikut bakal tersedia hikmah kebahagiaan dibalik cobaan yang kami alami bersama dengan anaku Aqillasesha Adreena Setiawan,” pungkasnya.

Pesan Terakhir dari Sang Ibunda

Di akhir hayatnya sang bunda sempat mengimbuhkan pesan paling akhir untuk Aqilla waktu berulang tahun. Dalam pesan tersebut, ibunda Aqilla menghendaki buah hatinya menjadi anak yang kuat dalam menghadapi segala macam rintangan. Sang bunda menghendaki Aqilla yakin diri dan menjadi diri sendiri.

Selamat ulang th. gadis kecilku. Aqillasesha adreena Setiawan. 22 april 2018 adalah di mana hari kau lahir kedunia,membawa senyum puas untuk keluarga.buah hati yg kami impikan. Semua doa paling baik untukmu anakku.

Berjalanlah terus disamping mamah dan papah,jangan pernah lepaskan genggaman jari kecilmu.Disaat kau beranjak dewasa nanti,kau tetaplah anak kecilku Ketika kau melangkah,Seburuk apa-pun hari yg kau lalui,mamah dan papah bakal senantiasa menjadi rumah bagimu.Tidak harus membandingkan dirimu bersama dengan orang lain,karna setiap anak unik dan tidak bakal pernah sama.

Selalu perlihatkan kapabilitas terbaikmu dalam coba hal apapun. beranilah nak,berani untuk perlihatkan terhadap dunia bahwa setiap cara yg kau ambil bakal menjadi bekal kesuksesanmu.

Percaya dirilah nak,agar semua tau kemampuanmu sanggup membanggakan orang tuamu. Jangan pernah coba merubah dirimu menjadi seperti orang lain.karna anda sanggup tunjukan terhadap dunia bahwa harimu indah. Berbicara lembutlah nak,agar semua menghormatimu.

Calon Suami Meninggal Saat Pelaminan Sudah Dihias, Curhat Wanita Ini Viral – Curhatan wanita ini viral sebab begitu pilu. Dia tak kuat mencegah rasa sedih ditinggal calon suami jelang pernikahan di pas pelaminan mereka sudah dihias.

Calon Suami Meninggal Saat Pelaminan Sudah Dihias, Curhat Wanita Ini Viral

calon-suami-meninggal-saat-pelaminan-sudah-dihias-curhat-wanita-ini-viral

Fatin Nabilah Huda Ismail seharusnya dinikahi tunangannya Naim Hariri Kamaruddin terhadap Sabtu (26/12/2020). Persiapan pernikahan mereka pun sudah nyaris siap semuanya. Pelaminan sudah dihias, tenda sudah terpasang, souvenir pernikahan tinggal dibagikan, catering pun siap dihidangkan.

Namun takdir berbicara lain. Pada Jumat (25/12/2020), Naim Hariri Kamaruddin mgslotonline pergi main ke pantai bersama temannya. Seperti dikutip berasal dari Astro Awani, Naim dan temannya terbawa ombak pas bermain-main di Pantai Kelulut dan Pantai Jambu Bongkok, Trengganu, Malaysia.

pukul 10.00 seharusnya Naim Hariri menikahi Fatin Nabilah. mgslotonline Namun hari itu pas tamu berdatangan yang berniat untuk kondangan jadi berubah menjadi takziah.

Ayah berasal dari calon mempelai wanita, Ismail Awang menyebutkan terhadap akhirnya apa yang sudah dipersiapkan untuk acara pernikahan ini tetap dilanjutkan. Karena menurutnya sudah banyak tamu berasal dari jauh yang datang untuk kondangan.

“Kita teruskan (majlis) sebab sudah jemput (tetamu)… katering pun kita dah tempah, orang sudah datang kesian pulak, kita bikin kenduri kesyukuran. Solat hajat kita bikin malam tadi di masjid,” ujar Ismail.

Pada akhirnya para tamu yang berniat kondangan berubah menjadi melayat terhadap Fatin Nabilah. Sebagian termasuk turut salat hajat untuk mendingan Naim Hariri.

Para tamu yang seharusnya datang untuk menghadiri pernikahan ini turut meneteskan air mata bersama Fatin yang kehilangan calon suaminya satu hari menjelang pernikahan. Mereka tak kuasa mencegah sedih melihat pelaminan yang sudah dihias tak diisi oleh kedua mempelai.
Curhat Sedih Calon Mempelai Wanita

Kesedihan mendalam berasal dari calon mempelai wanita Fatin Nabilah ini pun keluar di dalam unggahannya di Twitter yang viral. Wanita 27 tahun itu mencurahkan perasaannya melalui sederet tweet.

Pada 26 Desember 2020, pas jenazah Naim Hariri belum ditemukan sehabis terbawa ombak, Fatin sempat menulis di Twitter supaya calon suaminya itu mampu kembali. “My dear Naim Hariri, baliklah… allah allah allah..,” tulisnya.

I love u my dear lillahita’ala. Kau ampunkan dosa dosa kita ya Allah, beri jalur bikin kita ya Allah. Hanya kepadaMu aku berserah. My dear dah janji nak jaga sayang, baliklah dear,” tulis Fatin yang tetap berharap calon suaminya mampu lagi bersama selamat.

Namun terhadap 27 Desember 2020, Fatin sesudah itu mengunggah tweet kabar duka soal Naim Hariri yang sudah meninggal dunia. “Lapangkan hati ini ya Allah untuk redha bersama ujianMu, dear dah selamat disana, syahid meninggalkan dunia. Ramai doakan dear. Tinggal sayang dekat sini untuk teruskan hidup,” tulisnya sedih.

Berbagai tweet Fatin selanjutnya hingga kini diserbu komentar netizen. Ada yang turut merasakan kesedihannya dan turut menyampaikan belasungkawa untuknya.