Jika Cinta yang Tulus Tak Pernah Dianggap, Buat Apa Mempertahankannya? – Cinta… kedua kalinya kurasakan kembali, sehabis cinta pertamaku kandas. Cinta pertama yang begitu indah di masa-masa remaja di bangku kuliah. Kumengenalnya dikarenakan sesama bagian sebuah organisasi yang sama meskipun kita beda jurusan di universitas.

Jika Cinta yang Tulus Tak Pernah Dianggap, Buat Apa Mempertahankannya?

jika-cinta-yang-tulus-tak-pernah-dianggap-buat-apa-mempertahankannya

chungcu187tayson – Awalnya saya tak mengenalnya meskipun sering melihatnya tiap-tiap kali berangkat dan pulang kuliah. Aku yang anak perantau dari Jakarta ke Medan dan belum banyak kawan yang kumiliki jadilah kita sering berbincang-bincang sore kadang di kosnya bersama dengan kawan yang lain kadang di kosku bersama dengan teman-temanku, tersedia terhitung yang satu jurusan dengannya cuma beda tingkat.

Singkat cerita entah mengapa kita pun jadi pasangan layaknya yang lainnya, umur kita tidak beda jauh cuma beda seminggu. Suatu hari kita pulang ke kampungnya bersama dengan maksud hati mengenalkan saya terhadap orangtuanya, tetapi yang berjalan orangtuanya tidak merestui kami.

Cinta kita sesungguhnya bukan cinta biasa dikarenakan kita berpacaran pun sesungguhnya tidak direstui orangtuaku di Jakarta. Esok paginya kala di dapur saya mendengar orangtuanya yang ternyata terhitung tidak merestui kami, saya pun memaksa pulang ke Medan.

Cintaku padanya bukan cinta biasa, begitu besar pengorbananku padanya selama 2,5 tahun tetapi dia lebih pilih keluarganya daripada hubungan kami, dan akupun studi terima kenyataan yang ditakdirkan Tuhan padaku. Aku ulang ke Jakarta dan jalani hari-hariku sambil melacak pekerjaan dan kelanjutannya saya di terima bekerja di sebuah sekolah basic swasta. Setelah sekian lama saya sendiri menutup hati untuk yang lain hadir, tanpa sengaja kita bersua di depan kantor kepala sekolah di mana kala itu dia berdiri layaknya orang bingung.

Bagi anda yang suka bermain game online silahkan kunjungi link berikut : Situs Bandar Judi Bola | Pasang Bola | Taruhan Bola

Pikirku ia seorang sales buku yang berkunjung ke sekolah-sekolah untuk menawarkan buku cetak untuk siswa. Ternyata saya salah, ia jadi patner kita sesama guru. Saat itu saya belum merasakan cinta ataupun rasa bahagia dikarenakan dia tidak serupa sekali bersama dengan style laki-laki idamanku yang tinggi, memuat dan terhitung putih dan juga lebih smart dari aku. Dia berbadan gelap dan kurus terhitung berambut keriting, jauh dari style cowok idamanku.

Empat bulan kita jadi partner guru selamanya kita bertengkar tidak tahu dan saling sindir meskipun tidak sampai terhadap pertengkaran hebat. Sejak itu kita jadi dekat dan makin dekat jika pergi selamanya bersama dengan pulang sekolah. Terkadang saya diantar pulang sampai di kos meskipun bersama dengan jalur kaki. Tapi saya jadi bahagia dikarenakan tersedia kawan untuk ngobrol sambil berjalan sampai tak jadi tiba di kos. Kami pergi ke mall pun bersama dengan naik kopaja tetapi saya jadi safe dijaganya.

Kedekatan kita yang tidak serupa semuanya mengakibatkan kita pun jadi makin dekat. Usia kita pun tidak serupa 10 tahun jauhnya tetapi dia tidak jadi malu. Saat itu saya cuma dapat menganggapnya sebagai kawan biasa. Kebersamaan kita pun banyak orang yang tidak menyukainya dikarenakan perbedaan usia, suku dan terhitung standing pekerjaan kami. Kami selamanya jalani kebersamaan kita meskipun diam-diam bersua di luar jam sekolah. Di sekolah kita selamanya professional menggerakkan tugas sebagai guru.

Setiap pulang les, kita pergi makan di luar dan jika hari minggu kita pergi ibadah sehabis itu pergi mendatangi keponakannya yang tidak serupa agama dari kita cuma untuk mengajaknya jalan-jalan ke mall terdekat. Kisah cinta kita sesungguhnya layaknya sinetron yang tak tahu bagaimana kelanjutannya meniti hubungan yang tak pernah dia anggap ada.

Satu tahun kebersamaan kami, saya studi terhubung hati dan mencoba menyayanginya setulus hati meskipun tertekan batin berlajar terima kehadirannya. Aku selamanya mengiyakan kemana ia mengajakku untuk apa yang ia lakukan, layaknya menemaninya ke bengkel dan terhitung bermain futsal meskipun pernah saya tidak bahagia bola sejak bersamanya studi menyukai apa yang ia suka.

Setelah saya studi menyayanginya, tetaplah cinta kita bukan cinta biasa. Aku tetap belum dianggap sebagai pacarnya ataupun sebagai calon istrinya. Selama tiga tahun bersama dengan dan mencoba studi ikuti keegoisannya kelanjutannya saya pun ditinggal. Baginya lebih baik masuk penjara dibandingkan wajib menikah denganku yang sudah mendampinginya kala dia kesusahan dan dia perlu bantuan. Aku selamanya tersedia untuknya, tetapi hatiku kosong dan saya pun tertekan bersama dengan hubungan yang tak pernah dianggap olehnya.

Kecemburuan dan terhitung rasa iriku terhadap pasangan lain terhitung membuatnya tidak mau menganggapku ada. Seringnya saya menangis berdoa terhadap Tuhan untuk selamanya diberi ketabahan mendampinginya. Walau dia berasal dari keluarga yang tidak dapat tetapi saya tak pernah menyinggung soal harta ataupun tingkat sosial kami. Karena cinta tidak bakal melihat harta tetapi cinta melihat ketulusan dan kesungguhan hati.

Hampir tiga tahun saya bertahan bersama dengan tekanan batin yang terkadang tak dapat ulang kujalani, dan selamanya menghendaki Tuhan panggil aku. Namun Tuhan tetap memberiku kekuatan menjalaninya untuk mendampingi dia yang tidak pernah menganggapku sebagai pasangannya.

Dia menganggapku cuma kawan biasa, biasa untuk dia maki, biasa untuk menemaninya ke mana ia mau meskipun saya begitu lelahnya. Biasa untuk dia marahi lebih-lebih pernah sekali kita bertengkar hebat cuma dikarenakan hal sepele sampai pisaupun bermain didalam pertengkaran kami, kelanjutannya saya beranikan diri menghendaki pernyataannya saya ini apa baginya sehabis seluruh yang kulakukan, lebih-lebih saya tak pernah menghendaki hadiah kala Valentine atau kala ulang tahun dikarenakan tahu untuk makan pun tetap belum cukup.

Cinta kita sesungguhnya bukan cinta biasa layaknya layaknya pasangan muda yang tetap remaja yang tiap-tiap kala inginnya selamanya bersama. Cintaku cuma bertepuk sebelah tangan, kelanjutannya sehabis dia pulang dari bermain futsal siangnya dikarenakan saya melihatnya bersama dengan wanita lain begitu bahagia. Aku cemburu, marah, dan diam lebih-lebih menjawab pesan darinya bersama dengan kekecewaan dan juga emosi. Aku dikabari cuma melalui Whatsapp jangan ulang dekat atau berkunjung atau mencarinya di kos cukup sampai di sini. Padahal sehari di awalnya kita tetap baik-baik saja sehabis ia tiba di Jakarta sehabis pulang dari Kupang. Dia dimutasi kerja demikianlah terhitung dia mutasi perasaan hatiku.

Hancur hatiku sehabis sekian lama mendampinginya kala susah, kala gajinya belum cukup untuk biaya hidup sampai kelanjutannya dapat punya barang-barang yang dia mau. Walaupun itu seluruh duwit hasil kerjanya bersama dengan langkah mencicilnya padaku, meskipun kadang ia tidak membayarnya dan pengorbananku selamanya tersedia untuk dia, berkorban waktu, tenaga terhitung materi seluruh hancur sia-sia. Pengorbanan cinta yang tulus dariku yang ternyata cuma untuk dipermainkannya. Itulah cinta kedua yang kurasakan sehabis saya menutup hati belasan tahun sejak ditinggal menikah cinta pertamaku.

Cintaku terhadap dia bukan cinta biasa, saya serius ingin membina tempat tinggal tangga dan melalui seluruh kendala bersama dengan tetapi takdir berkehendak lain. Takdir menengahi kami, cinta yang kuharapkan dapat bersatu layaknya sebelum-sebelumnya kini tak bakal bisa saja lagi.

Hanya air mata yang selamanya tersedia di tiap-tiap doaku. Sebulan lebih saya terpuruk didalam hubungan yang tidak pernah berarti baginya, saya terlampau menyayanginya dan menghendaki dapat hidup bersamanya tetapi seluruh itu cuma tinggal mimpi. Aku studi terima takdirku bahwa cintaku tak bisa saja terbalas sebesar apapun pengorbananku tak tersedia makna baginya.

Cintaku bukan cinta biasa untuknya tetapi saya wajib studi terima kenyataan hidup. Jangan pernah melihat cinta dikarenakan perbedaan standing ekonomi tetapi binalah cinta bersama dengan ketulusan, kejujuran terhitung kemauan untuk mengarungi bersama dengan seluruh kendala yang ada.